
Keunggulan HIPA 18 Diakui Mitra Pelisensi CV Semi
Bogor (3/3) -- Balai Informasi Standar Instrumen Pertanian melakukan kegiatan Pemantauan dan Verifikasi atas kinerja Pemanfaatan ATB Varietas Padi Hibrida HIPA 18 yang dilisensi oleh CV Semi sejak 2020 dan berakhir di bulan Agustus 2025. Diakui oleh Bapak Anthony selaku Direktur CV Semi bahwa untuk padi Hibroda HIPA 18 ini tahan di lahan yang marjinal dan memiliki produktivitas yang tinggi dikisaran 6-7 ton/ha, walaupun cocok hanya untuk konsumen yang menyukai beras yang pera atau tidak pulen ataupun bulir yang kecil-kecil. Walaupun demikian pasar jenis beras ini cocok di Sumatera, ungkapnya. Kendala di tahun 2024 yaitu sertifikasi benih dari produksi CV Semi yang gagal diperoleh. Untuk ini dari Kepala BISIP menganjurkan agar CV Semi mulai menerapkan ISO SMM 9005:2001 agar tidak ada kendala terkait dengan benih yang diproduksinya. Bapak Anthony menyambut anjuran ini dan berharap dapat memperoleh bimbingan dan pelatihan terkait SMM ini.
CV Semi selain melisensi Padi HIPA 18 juga melisensi Varietas Kacang Hijau Vima 4 dan Vima 5. Kedua lisensi ini baru akan berakhir pada tahun 2026 dan kinerja komersialisasi di tahun 2024 untuk kedua varietas dapat dikatakan masih terkendala dengan distribusi yang diakuinya belum dapat mencapai pasar benih di Jawa Barat, dan baru di sekitar Jawa Tengahlah pangsa pasarnya, jelasnya. Diakui Ketua Timja Layanan Standar, Bapak Bambang Sri Kuncoro, bahwa untuk budidaya kacang hijau CV Semi sudah tidak disanksikan lagi dan selama ini dari UPBS BPSI TAKA juga tertib mengendalikan pemberian benih yang ber PVT hanya kepada mitra lisensi, sehingga apabila ada yang menanyakan kebutuhan benih kacang hijau, dipastikan BPSI TAKA akan memberikan rekomendasi benih dari CV Semi, jelasnya.
Secara kondisi kinerja komersialisasi diakui bahwa adanya dukungan program pemerintah akan mengungkit penjualan benih yang dilisensi, namun demikian upaya promosi dan juga memperluas jejaring distributor bisa juga dirintis oleh CV Semi melalui Koperasi, sehingga penyebaran benih unggul ini dapat lebih luas lagi, tutup Nuning saat mengakhiri pelaksanaan Pemantauan dan Verifikasi. Dan dipelaksanaan hari ke-9 ini telah berhasil mencatatkan perolehan PNBP royalti secara total sebesar Rp 1,451 M dari total 42 mitra yang dipantau kinerjanya secara daring.