
Koordinasi Awal Tahun BISIP, Tegaskan Komitmen Layanan
Bogor (20/1) – Balai Informasi Standar Instrumen Pertanian di awal tahun 2025 melaksanakan koordinasi awal tahun sebagaimana dilakukan untuk menyamakan program kegiatan di tahun 2025. Koordinasi awal tahun di internal Balai saat ini kembali mendorong untuk beberapa perubahan yang esensial terutama untuk mendukung Pembangunan Zona Integritas. Disampaikan diawal pembuka kegiatan oleh Kepala Subbag Tata Usaha, Mulyawan, SE., bahwa pelaksanaan koordinasi ini penting ditengah posisi transformasi yang saat ini sudah berproses, ungkapnya.
Kegiatan koordinasi yang diawali dengan penandatanganan Maklumat Pelayanan, Komitmen Keterbukaan Informasi Publik, dan Pakta Integritas oleh Kepala BISIP, Kepala Subbag Tata Usaha, dan Ketua Tim Kerja Pengelolaan Hasil Standardisasi Instrumen Pertanian. Disampaikan oleh Kepala Balai, Nuning Nugrahani, bahwa target Balai di tahun 2025 ini terutama untuk pencapaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran sebesar 91,5 dan juga implementasi ZI sebesar 84. Hal lainnya yakni terus berupaya untuk memperbaiki peringkat Keterbukaan Informasi Publik di tahun 2025, jelas Kepala Balai.
Dalam kesempatan ini, Kepala Balai kembali mengajak seluruh pegawai di BISIP untuk terus berkinerja tanpa mengeluh, meskipun kondisi penganggaran yang sejak awal tahun ini, di posisi dibintang dan perjalanan dinas yang dibatasi hanya 50% saja. Kondisis ini tidak menjadikan kreatifitas, keinginan belajar, dan membaca untuk memetakan langkah strategis yang lebih baik dari Balai menurun, bahkan seharusnya di tahun baru ini menimbulkan semangat baru berkarya, sebagaimana juga disampaikan Kepala Badan saat arahan awal tahun pada 2 Januari lalu, dorong Kepala Balai.
Kepala Balai juga menginformasikan bahwa pada kondisi saat ini, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BrMP) sudah ditetapkan untuk mengganti BSIP, bahkan sudah terbit penetapan Struktur Organisasi Eselon II yang terdiri dari 1 Sekretariat dan 4 Pusatnya, tinggal menunggu Susunan Organsisasi dan Tata Kerja (SOTK) Balai Besar dan Balai. Alhamdulillah untuk pembahasan Balai ini, sudah mengikutsertakan Kepala BISIP dalam pembahasannya, termasuk disampaikannya usulan menambah Tim Kerja yang berkaitan dengan Aset Tak Berwujud, sebagaimana kita tahu bahwa Balai lain juga memiliki 2 Tim Kerja selain Subbag Tata Usaha. Tentunya diharapkan dengan menambah Timja ini akan lebih mendorong pelaksanaan pemantauan dan evaluasi yang selama ini dirasa belum sama sekali terlaksana, ungkap Kepala Balai.
Menutup kegiatan Kepala Balai juga menyaksikan penandatanganan Pakta Integritas dan Komitmen Kerja bagi seluruh Pegawai di BISIP. Komitmen ini diharapkan dapat mendorong kinerja organisasi yang lebih baik pada Tahun 2025.