
UD Devin Jaya Mandiri Sharing Peluang Pengelolaan Lisensi terhadap Varietas Nilam
Bogor (28/2) – Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Rempah Obat dan Aromatik (BPSI TROA) adalah Satuan Kerja yang menghasilkan varietas Nilam bernama Patchoulina 2. Varietas ini memiliki masa perlindungan selama 20 tahun dan pada tahun 2021 telah dilakukan pemanfaatannya oleh UD. Devin Jaya Mandiri yang berlokasi di Madiun. Bapak Kodrat Samadikun selaku Pemilik dan Direktur berkesempatan hadir saat pelaksanaan Pemantauan dan Verifikasi yang dilaksanakan secara daring atas kinerja pemanfaatannya, terutama setelah dilaksanakan lisensi sejak tahun 2021.
Nilam Varietas Patchoulina 2 adalah varietas unggul yang dihasilkan oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) saat itu dan ditujukan untuk tahan terhadap penyakit layu bakteri. Secara prospek lisensinya, sangat menjanjikan tidak saja dari penjualan benihnya, akan tetapi juga dari penjualan stek batang dan bahkan hasil olahan penyulingannya, ungkap Kodrat. Dari informasi ini Kepala BISIP, melihat potensi pengelolaan lisensi nanti bisa juga pada hasil penjualan dari perbanyakan benihnya, stek batangnya dan juga atsiri dari penyulingan nilamnya, jelas Nuning. Minyak nilam memang banyak manfaatnya karena penyulingan nilam juga digunakan untuk aneka industri. Dikesempatan itu, Pak Kodrat juga menyampaikan atas kendala benih berlabel dan tersertifikasi yang baru diperoleh satu kali saja dari UPBS Balittro saat itu, jelasnya.
Dari hasil ‘ngobrol’ di pelaksanaan pemantauan dan verifikasi hari ini ada beberapa hal substantif yang dirasakan perlu dilakukan diskusi secara luring, dan Pak Kodrat menyanggupi untuk dijadwalkan kembali pada 10 atau 11 Maret 2025 dan dikondisi ini BPSI TROA akan memanfaatkan pertemuan luring ini untuk memperoleh informasi atas kejelasan sertifikasi kebun bibit induk, sebagaimana hal ini sangat penting untuk memastikan label benih dan juga ketelurusan dari nilam yang dihasilkan termasuk juga hasil sulingnya. Jayu, MBA dan Tim BISIP yang memandu jalannya pemantauan juga melihat pentingnya menggali lebih dalam terkait peluang nilai komersialisasi khususnya dari varietas nilam secara jelas, yang selama ini secara substantif hanya memperkirakan perhitungannya dari penyediaan benih sumber saja, jelasnya. Atas kesepakatan pelaksanaan pertemuan luring nanti, akan digali lebih detail kebutuhan BPSI TROA untuk sertifikasi kebun dan juga perhitungan royalti bagi BISIP, ungkapnya.